Jumat, 5, September 2009 malam terkahir di Indonesia. Mungkin malam terakhir untuk beberapa tahun ke depan, mungkin sekitar 2 tahun ke depan. Meningalkan Bandung, tempat dimana sekitar 5 tahun aku ditempa. Sedikit banyak hal kulewati di kota itu, dari umur 19-24 tahun, umur yang sepertinya seseorang cocok untuk mengambil keputusan dalam hidupnya. Pada saat itu juga untuk kuputuskan untuk meninggalkan Indonesia, pergi ke pulau dan negara kecil, Taiwan untuk melanjutkan studiku.
Lima tahun bisa jadi waktu yang terasa sangat panjang, bisa jadi waktu yang terasa cukup singkat. Tergantung bagaimana kita menjalani 5 tahun itu. Bagiku waktu 5 tahun itu terkadang tidak terasa panjang, karena banyak hal yang kurasa belum bisa kulakukan, rasanya belum banyak hal yang bisa kuberikan. Selayaknya dalam kurun waktu lima tahun itu banyak hal yang bisa dipelajari, banyak hal yang bisa dipersiapkan untuk kuberikan. Dalam kesempatan 5 tahun ini, aku mengenal orang-orang yang secara tidak langsung, membentuk aku menjadi orang seperti sekarang ini. Dalam setahun terakhir ini pula, aku mengenal, berhadapan langsung dengan seorang Ibu, Ibu Dorothy orang lebih akrab memanggilnya. Orang yang sebenarnya kira-kira awal aku sampai di Bandung, aku sudah pernah mendengar kisahnya. Ibu yang bisa dibilang banyak berkiprah dalam bidang pelayanan mahasiswa di Bandung, mungkin juga di Indonesia. Mengenal beliau melihat pelayanannya bisa membukakan mataku, melihat bagaimana baiknya Tuhan. Diumur nya yang sekarang sudah lebih dari 86 tahun, umur yang tidak muda lagi di zaman sekarang ini, beliau masih setia melayani Tuhan dan sesamanya, termasuk kami. Bentuk pelayanan yang dilakukannya, bermacam-macam, tetapi dalam umur sekarang ini, kebanyakan adalah dengan PA termasuk dengan alumni dan mahasiswa, serta tidak lupa beliau mengadakan kelompok PA dengan cleaning servis di sekitar tempat tinggalnya. Termasuk PA dengan kami, beberapa mahasiswa dan alumni kristen di daerah Bandung.
Jumat itu juga malam terakhirku PA dengan mereka dalam tahun 2009 (masih berharap bisa ikut PA dengan mereka bila Tuhan mengizinkan). Malam terakhir dimana ibu memberikan ciuman ketiga kepadaku…Pertama, 16 Februari saat ulang tahun beliau yang ke-86, dan yang kedua aku lupa, tapi yang pasti setelah aku meng iya kan untuk melanjutkan studi ke Taiwan. Di awal PA ibu memberikan buku kepadaku, buku yang ditulisnya sendiri “Kebenaran Meninggikan Derajat Bangsa” demikian judulnya…Makasih bu, buat buku nya, dan doanya tentunya….hehe..

(Prosesi pemberian kenang-kenangan)
Ingin menuliskan menuliskan “>buku itu seperti apa, gak berani, karena belum selesai membacanya.Jadi akan saya tunda untuk menuliskannya saat ini. Tidak lupa, Ibu menuliskan pesan buat saya dalam buku itu, yang intinya Tuhan itu akan menyertai saya, dan mendokan untuk kepulangan saya ke Indonesia. Yah, pesan ini menguatkan saya untuk pergi ke pulau kecil ini. Berharap bisa belajar banyak hal di sini, belajar hal-hal yang bisa dibawa kembali ke Indonesia.

(Kelompok PA)
Tidak seperti biasanya PA terakhir ini (orang-orang yang hadir PA), tidak ada study bible, hanya sharing, dan berdoa bersama, menambahkan suasana persisahan, tuk sementara…Berharap bertemu kembali..hehe…
Sheng-Li 6 Dorm, Room -306
Tainan City, Taiwan